Masjid Setono Gedong, Situs Religi Bersejarah di Kediri

Kediri memiliki beragam obyek wisata yang unik dan beberapa di antaranya mengandung nilai historis sekaligus spiritual yang sangat kental. Salah satunya adalah Masjid Setono Gedong atau Masjid Auliya’ yang berada di Jalan Dhoho, salah satu kawasan paling terkenal di kota Kediri. Masjid Auliya’ Setono Gedong kini dijadikan sebagai obyek wisata religi yang sarat dengan nilai-nilai sejarah.

Masjid Auliya’ Setono Gedong adalah salah satu peninggalan peradaban Islam yang masuk ke wilayah Kediri berabad-abad silam, di sela-sela masa kejayaan kerajaan Hindu-Budha yang ada di Pulau Jawa.

Mengenal Lebih Jauh Masjid Setono Gedong

Sejarah masjid

Dalam perkembangan agama Islam di wilayah Kediri, semua hal yang berkaitan dengan agama Hindu dan Budha dihancurkan karena dianggap sebagai salah satu bentuk kemusyrikan yang dilarang dalam agama Islam, seperti patung atau arca hingga relief.

Salah satu situs yang dirusak setelah adanya ekspansi Kerajaan Demak ke Majapahit adalah situs Setono Gedong yang sekarang menjadi area masjid.

Dari buku “History of Java” milik Sir Thimas Stanford Raffles, pada waktu ekspansi Demak di abad ke-16, pengrusakan situs belum begitu parah. Baru kemudian sekitar tahun 1815, pemugaran situs menjadi lebih masif. Disebutkan bahwa ada pengerahan biaya maupun tenaga yang besar di kalangan umat pengikut Nabi Muhammad (umat Islam) pada saat itu.

Pada tahun 1897, halaman situs Setono Gedong mulai dijadikan sebagai tempat beribadah umat Islam. Barulah kemudian pada tahun 1967, dibangun masjid di sebelah timurnya yang diberi nama Masjid Auliya’ dan bertahan hingga saat ini.

Arsitektur dan ciri khas bangunan masjid

Masjid Setono Gedong terbilang unik karena arsitektur bangunannya nampak seperti pencampuran budaya Jawa dan Tionghoa. Semakin ke belakang, maka akan terasa bahwa ciri khas bangunan masjid juga masih terpengaruh oleh peradaban budaya Hindu-Budha, termasuk dari relief dinding hingga pintu masjid. Di masjid ini, ukiran seni kaligrafi Islam juga terpatri di dinding-dindingnya.

Hingga saat ini, Masjid Auliya’ Setono Gedong masih dijadikan sebagai tempat ibadah umat muslim di Kediri sekaligus sebagai lokasi wisata religi yang bersejarah